BANGKAUPDATE.COM, PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang Saparudin Masyarif memimpin langsung Upacara Pembukaan Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Pangkalpinang tahun 2026 yang digelar di Balai Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari SMA dan SMK se-Kota Pangkalpinang yang telah melalui tahapan seleksi administrasi.
Seleksi tahun ini dilaksanakan secara bertahap dengan sistem gugur untuk menjaring peserta terbaik yang akan mewakili Kota Pangkalpinang di tingkat yang lebih tinggi. Para peserta yang lolos administrasi selanjutnya mengikuti tahapan Computer Assisted Test (CAT) yang meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensia Umum (TIU).
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pangkalpinang, Donal Tampubolon menjelaskan bahwa jumlah peserta yang lolos seleksi administrasi mengalami penyusutan dari jumlah pendaftar awal.
“Dari pendaftar awal sekitar 200 peserta lebih, yang lolos administrasi tinggal 100 lebih. Yang gugur ini banyak karena tidak memenuhi syarat tinggi badan,” kata Donal, Selasa (7/4/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggunakan diskresi dalam penentuan standar tinggi badan agar tetap mengakomodasi putra-putri daerah.
“Kalau standar BPIP itu putri minimal 165 cm dan putra 170 cm. Namun, jika dipaksakan standar tersebut akan dikhawatirkan banyak yang tidak lolos. Oleh karena itu, kita tetapkan standar untuk tingkat kota atau daerah menjadi putra minimal 167 cm dan putri 162 cm,” jelasnya.
Menurutnya, pada tahapan TWK, peserta wajib memenuhi nilai ambang batas yang telah ditentukan.
“Untuk TWK, penilaian langsung dari pusat secara online dan peserta wajib mendapatkan nilai minimal 70. Jika di bawah standar, langsung gugur. Waktu tes hanya satu jam dan hasilnya langsung diketahui,” katanya.
Setelah tahapan tersebut, peserta akan melanjutkan ke tes kesehatan serta parade baris-berbaris yang dilaksanakan di lokasi yang sama.
Sementara itu, dalam arahannya, Wali Kota Pangkalpinang Saparudin Masyarif menegaskan bahwa Paskibraka bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Paskibraka ini sama saja dengan kita sedang menyiapkan pemimpin bangsa di masa depan yang berkarakter Pancasila, dan kehadiran para peserta disini menunjukan tekat, semangat dan keberanian untuk berproses menjadi pribadi yang jujur,” kata Saparudin.
Ia juga berharap peserta terbaik dari Pangkalpinang dapat melangkah hingga ke tingkat nasional.
“Mudah-mudahan kita doakan agar mereka bisa mengikuti seleksi di tingkat Nasional, dan ada putra-putri terbaik kota yang bisa ikut mengibarkan bendera di Istana Negara,” katanya.
Selain itu, ia berpesan kepada seluruh peserta untuk mengikuti proses seleksi dengan maksimal.
“Saya berpesan pada seluruh peserta agar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh dengan tetap menjunjung tinggi sportifitas dan kejujuran. Jangan takut gagal dan tentunya harus belajar supaya bisa lolos, karena tidak hanya fisik saja yang dinilai,” tegasnya.
Diketahui, meskipun jumlah peserta tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025, seluruh sekolah di Kota Pangkalpinang tetap mengirimkan perwakilannya dalam seleksi Paskibraka 2026.
(Debri Khoirullah)







