Berburu terasi di pasar Toboali

BangkaUpdate– Jam menunjukkan pukul 05.00 Wib, aku terbangun setelah seharian mengelilingi kota Toboali, bertemu dengan teman-teman sesama jurnalis yang dulu pernah bertugas di kantor yang sama.

Pandanganku tertuju dengan handphone yang berada tidak begitu jauh dari jangkauanku, aku melihat pesan yang masuk, nampak pesan dari istri yang meminta dibawa oleh-oleh terasi Toboali.

Tidak berselang lama aku mulai melangkahkan kaki menuju pasar yang tidak begitu jauh dari tempat menginap, aku memilih berjalan kaki supaya terasa menginap di kota Toboali kali ini.

Beberapa menit kemudian kakiku sampai di pasar Toboali, yang berada di seberang tempatku menginap, meski sederhana namun kondisi pasar terlihat bersih, sangan sulit melihat tumpukan sampah.

Para pedagang nampak masih menyiapkan dagangan masing-masing, langkah kaki ku terhenti di lapak milik wanita gagah berusia 70 tahun bernama Farida.

Kedatanganku disambut hangat wanita gagah meski tidak lagi muda” cari apa dek ” tanyanya ketika ditemui (4/3) pagi.

Mataku tertuju ke sudut lapak, disana tersusun rapi terasi Toboali berwarna coklat kemerahan, beratnya berfariasi, untuk satu kilo dihargai Rp 80.000.

Farida menurutkan bahwa terasi Toboali memang diburu oleh masyarakat Bangka termasuk wisatawan luar yang berkunjung ke Toboali karena kualitas, rasa, dan kebersihan memang dijaga para produsen, dan pedagang disini.

Jadi kalau berkunjung ke kota Toboali rasanya belum lengkap kalau tidak membawa terasi Toboali yang terkenal enaknya jika diolah menjadi sambal, atau bumbu wajib jika ingin memasak lempah kuning khas Bangka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *