Dispaper Pangkalpinang Edukasi Warga Lewat Pelatihan B2SA, Dorong Konsumsi Pangan Seimbang dan Minim Pemborosan

BANGKAUPDATE.COM, PANGKALPINANG — Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) Kota Pangkalpinang terus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi sehat melalui pelatihan pengolahan pangan berbasis konsep Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) ini berlangsung selama dua hari, 14 hingga 15 April 2026, di Aula Dispaper Kota Pangkalpinang. Peserta yang terlibat berasal dari kelompok dasawisma serta Tim Penggerak PKK mulai dari tingkat kota hingga kelurahan.

Pelatihan tersebut dibuka oleh Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, Susanti Saparudin, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas konsumsi pangan keluarga.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispaper Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang.

Menurutnya, peserta tidak hanya diberikan materi, tetapi juga dilibatkan langsung dalam praktik penyusunan menu yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu, baik berdasarkan usia, jenis kelamin, maupun aktivitas sehari-hari.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin masyarakat lebih memahami bagaimana menyusun pola makan yang tepat, sehingga kebutuhan gizi dapat terpenuhi secara optimal,” ujarnya.

Ia juga menuturkan bahwa pelaksanaan pelatihan dibagi dalam beberapa sesi agar proses praktik berjalan efektif dan peserta dapat lebih fokus dalam mengikuti setiap tahapan.

Selain menekankan pentingnya gizi seimbang, Dispaper juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih sering memasak dalam jumlah berlebihan. Hal ini dinilai berpotensi menyebabkan pemborosan makanan.

“Kami ingin mengubah pola tersebut, agar masyarakat mulai membiasakan memasak sesuai kebutuhan sehingga tidak ada makanan yang terbuang,” jelasnya.

Tak hanya itu, pelatihan ini juga memperkenalkan pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai alternatif yang lebih ekonomis dan bernilai tambah. Salah satunya adalah pengolahan singkong menjadi tepung melalui proses fermentasi, yang dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu.

Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian pangan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal secara maksimal.

Melalui kegiatan ini, Dispaper Pangkalpinang berharap masyarakat dapat menerapkan pola konsumsi B2SA dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta keluarga yang lebih sehat, hemat, dan sadar pangan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *