BANGKAUPDATE.COM, JAKARTA – Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) resmi memiliki Ketua Umum baru hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Minggu (28/9/2025). Abdul Ajiz, SH., M.Pd.I., yang sebelumnya menjabat Sekjen DPP GMPK, terpilih secara aklamasi menggantikan Dr. Bibit Samad Rianto yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Munaslub GMPK diikuti oleh 50 peserta mewakili DPW provinsi serta DPD kabupaten/kota se-Indonesia. Dalam pidatonya, Abdul Ajiz menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang diberikan, sekaligus menegaskan komitmennya membawa GMPK lebih maju dan modern dalam aksi pencegahan serta pemberantasan korupsi.
“Amanat Ketua Umum DPP GMPK Periode 2025–2029 yang diletakkan di pundak saya, akan dilaksanakan semaksimal mungkin. Namun, tanpa segenap pengurus GMPK se-Indonesia yang bersama-sama memajukan organisasi ini, saya bukan siapa-siapa. Karenanya, kerja bersama ke depan mutlak dibutuhkan,” ujar Abdul Ajiz.
Ia juga memberikan penghormatan kepada panitia penyelenggara Munaslub, panitia seleksi, dan tim penguji yang telah menyukseskan jalannya forum akbar tersebut. “Mari, saling percaya, saling melengkapi, dan saling menguatkan demi GMPK yang maju dan modern,” tambahnya.
DPW GMPK Kepulauan Bangka Belitung menjadi salah satu peserta aktif dalam Munaslub ini. Dipimpin oleh Efendi Harun, SH., MM., DPW GMPK Babel hadir dengan 12 pengurus serta turut memberikan berbagai masukan penting.
“Dalam waktu dekat, DPW GMPK Babel juga akan menjalin kerja sama dengan PT Timah dalam upaya pencegahan korupsi di internal perusahaan sekaligus pencegahan praktik pertambangan ilegal,” ungkap Efendi Harun.
GMPK sendiri merupakan organisasi masyarakat yang berdiri sejak 2013. Organisasi ini dibidani oleh sejumlah tokoh antikorupsi nasional, di antaranya Irjen Pol (Purn) Dr. Bibit Samad Rianto, Prof. Haryono Umar, dan Dr. Moh Yasin. Sejak awal berdirinya, GMPK aktif melakukan pendampingan di berbagai kementerian dan lembaga negara dengan fokus pada upaya pencegahan korupsi.
Dengan kepemimpinan baru, GMPK diharapkan semakin solid dalam memperkuat budaya antikorupsi di Indonesia. (DK)
