BANGKAUPDATE.COM, SUNGAILIAT – Sebuah video viral di media sosial Facebook yang diunggah oleh akun bernama Pongky Jaya memicu kehebohan publik. Dalam video berdurasi panjang tersebut, ia menuduh pihak Rumah Sakit Arsani Sungailiat telah menyebabkan istrinya meninggal dunia karena tindakan pengikatan yang dilakukan oleh dokter.
Peristiwa ini disebut terjadi pada Kamis, 10 April 2025, di Rumah Sakit Arsani yang berlokasi di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menanggapi tuduhan tersebut, Hidayat Arsani selaku pemilik Rumah Sakit Arsani sekaligus Gubernur Provinsi Bangka Belitung terpilih periode 2025–2030, memberikan klarifikasi. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Hidayat menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan telah diklarifikasi langsung oleh tim medis rumah sakit.
“Dokter kami telah berupaya maksimal untuk menyelamatkan pasien. Namun, Allah berkehendak lain. Jadi apa yang diviralkan di Facebook itu tidak benar,” ujar Hidayat.
Ia menegaskan bahwa seluruh dokter di Rumah Sakit Arsani telah menjalani sumpah profesi, dan tidak pernah membeda-bedakan pasien dari latar belakang ekonomi manapun.
“Rumah sakit ini tidak didirikan untuk keuntungan pribadi saya. Tujuan utama kami adalah untuk menolong seluruh masyarakat tanpa memandang status,” jelasnya.
Hidayat juga mempersilakan pihak keluarga pasien untuk menempuh jalur hukum jika merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan.
“Kalau memang tidak puas atau tidak senang, silakan lapor ke pihak kepolisian,” katanya.
Lebih lanjut, Hidayat Arsani mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam membuat konten viral di media sosial, khususnya yang berkaitan dengan tuduhan serius seperti ini.
“Silakan membuat video, tapi pastikan narasi yang disampaikan sudah sesuai fakta. Jangan sampai menyebarkan tuduhan yang tidak berdasar karena bisa berdampak hukum. Di dalam video itu ada pernyataan langsung yang menyebut ‘istri saya meninggal karena diikat dokter’ secara 100 persen. Ini bisa masuk ranah pidana jika tidak terbukti,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat lebih cermat dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, khususnya dalam menyikapi isu-isu yang menyangkut layanan publik seperti rumah sakit. (M.Taha/DK)
