Penulis: Zillimon.
BANGKAUPDATE.COM, BANGKATENGAH, — Warga di sekitar kawasan Merbuk, Kenari dan Pungguk kabupaten Bangka Tengah mengeluh berisiknya suara deru mesin dari Ponton Isap Produksi (PIP) di sekitar kolong.
Pasalnya, akibat aktivitas puluhan PIP yang bekerja bekerja secara illegal itu, sangat menganggu kenyamanan warga Lingkar Kolong eks PT Koba Tin, yang rumahnya tidak jauh dari Kolong Merbuk, Kenari dan Pungguk.
Diakui salah satu warga Syahrob, kehadiran tambang yang secara masih beberapa pekan terakhir ini telah menganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
Padahal aktivitas di Merbuk, Kenari dan Pungguk tersebut sudah terang benderang illegal. Namun tidak ada aparat penegak hukum (APH) maupun instansi terkait dari Pemkab Bangka Tengah yang perduli dengan kerusakan maupun penjarahan aset negara tersebut.
“Dengan adanya tambang itu, menimbulkan suara bising, hingga membuat kami tidak nyaman lagi tinggal di kediaman kami,” ujar Syahrob kepada Tim Journalis Babel Bergerak (Jobber), Minggu (9/6/2024).
Syahrob mengaku akibat suara bising aktivitas illegal tambang di Merbuk, sudah mereka laporkan ke Polres Bangka Tengah.
Namun sampai saat ini belum ada tindakan dari aparat terkait, bahkan pihak Desa Nibung dibantu Polsek Koba dan Satpol PP hanya memberikan himbauan kepada para penambang.
“Warga inginkan pratek penambang tersebut ditutup bukan dihimbau,” tandas Syahrob.
Penambangan di lokasi tersebut terjadi bukan hanya sekali atau dua kali sepanjang tahun dari tahun 2014 sampai saat ini terus berulang-ulang.
Syahrob menambahkan koordinator tambang ilegal diduga telah menjual nama masyarakat lingkar tambang, untuk kepentingan kelompok pribadi.
Masyarakat sekitar inginkan agar DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Bangka Tengah untuk segera membuat aturan yang jelas, agar tambang illegal tidak menjamur di wilayah mereka.
Hal serupa diakui Syahrob. Ia mengaku juga telah melaporkan aktivitas tambang yang menggangu masyarakat Lingkar Tambang ke Polres Bangka Tengah.
“Ku adelah WA Kapolres. Tapi jawabannya, terimakasih infonya, dan siap Pak. Masak seperti itu jawaban aparat penegak hukum,” ujar Sarrikup.
Sebelumnya media ini mencoba mengkonfirmasi ke Kapolsek Koba Ipda Mardian. Saat dikonfirmasi terkait maraknya aktivitas tambang di Merbuk, Kenari dan Pungguk, Kapolsek mengatakan pihaknya masih berusaha untuk melakukan upaya persuasif.
“Insya Allah saya sedang usahakan setelah lebaran ini mereka sudah berhenti. Jika tidak, maka upaya selanjutnya kami laporan ke satuan atas untuk upata gakkum,” ujar Kapolsek. (jB)
