BangkaUpdate– Miranti seorang wanita Warga dusun Tebing, Desa Riding panjang, kecamatan Merawang kabupaten Bangka melakukan penistaan agama dengan cara melangkahi kitab suci Al-Qur’an karena diancam mau dibunuh warga Bangka Tengah.
” kalau saya tidak melakukan ini maka saya akan dibunuh” ungkapnya Jum’at (30/12) di Pondok Pesantren Daarul Iman di Desa Kimak.
Atas perbuatannya Miranti meminta maaf kepada Umat Islam disaksikan langsung oleh Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Merawang Ustadz Lutfi Kurniawan disaksikan langsung oleh kadus tebing 2, dan Babinsa Desa Riding panjang.
Sementara Ustadz Lutfi mengatakan Miranti harus meminta maaf kepada Umat Islam sekaligus melakukan klarifikasi atas apa yang sudah terjadi.
